Langsung ke konten utama

Untuk Sukses: Anak Muda Harus Banyak Belajar pada Sejarah dan Pantang Menyerah




Oleh: Khoir.
Rasanya sangat berdosa jika seorang anak muda yang masih kekar badanya, sehat jasmani dan rohaninya menjadi sosok yang pemalas, mengeluh dan gampang menyerah, yang seharusnya ia memiliki semanagat yang terus berkobar tanpa henti darah yang masih deras alirnya sayang jika di sia siakan ia masih memiliki darah juang yang cukup kuat dan rasanya mubazir jika diterlantarkan.

Dalam pasal 1 ayat 1 UU Kepemudaan menyebutkan Pemuda adalah warga Negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan pada usi 16 sampai 30. Dalam raga itu, terkandung spirit juang, harapan, pengharapan arah masa depanny hendak kemana masa tua akan ia tempuh. Dari sana masa tua akan terbaca seperti apa dan bagaimana kedepannya, masa muda saatnya menentuakan kemanah arah perjuangan itu akan bawa.

Pada dasarnya masa muda itu tak ubahnya sepeti pemimpin, ia memimpin masa taunya, seorang pemimpin tahu kemana arah ujung tombak perjuangan itu akan dibawa. jiwa muda adalah sebuah seni yang indah jika kita mampu membawa seni perjalanan hidup itu pada jalan yang tepat dan benar. Memang betul semua tak segampang bagaimana kita membolak balikkan telapak tangan, namun terkadang ia juga sulit bergerak jika tangan itu sakit. Sakitnya anak muda sangatlah beragam, terlebih di era saat ini godaan yang cukup majmuk menawarkan segala hal yang nampak indah di mata, indah dalam bayangan, indah dalam sekejap namun semua itu sagatlah singkat tak ubahnya fatamorgana yang hanya tampak sepeti bayang-bayang saja.

Mark Manson mengatakan bahwa segala konskuensi dari keputusan yang diambil dimasa muda sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya sendiri, tidak ada yang akan menaggung dari dampak positif ataupun negatif sekalipun kecuali diri kita sendiri. Maka penting kita katakan dan tekankan bahwa "diri sayalah sepenuhnya yang bertanggung jawab atas segala hal yang akan terjadi dihari esok''. Maka teruslah ''lakukan sesuatu" karena belum ada dalam sejarah "dia memberikan perubahan" yang ada adalah bergerak atau terus melakukan sesuatu itu lah yang akan menghasilkan perubahan, walaupun perubahan itu kecil sekalipun. Perlu kita ingat bawa hidup adalah tentang tidak mengetahui apa pun dan kemudian melakukan sesuatu. 

Mari kita lihat sejarah, 26 tahun yang lalu dimulainya era revormasi tepatnya pada tahun 1998, segala kerusuhan dan perubahan terjadi bahkan teklepas dari pertumpahan darah perjuangan dari seorang anak muda yang rela mempertaruhkan nyawanya demi perubahan dan kemajuan bangsanya. Mereka berpegang teguh pada kalimat selagi darah dikandung badan jangan pernah perjuangan itu senyap oleh keadaan, sesulit apapun itu.!! Lantas apakah anak muda itu tidak boleh gagal.! saya katakan bahwa terkadang kita perlu merasakan kegagalan, karena dengan begitu kita bisa menjadi sosok yang lebih dewasa dan kuat menghadapi segala kemungkinan yang tidak diharapkan. Namun lagi-lagi di usia muda ini kita harus berusaha menghabiskan kuota gagal degan begitu kita bisa mengevaliasi diri dari sudut mana kegagalan dan kesalahan itu hadir.

Jangan takut dengan kegagalan karena dari sanalah kita pelan-pelan akan siap menghadapi realitas kehidupan yang sesungguhnya dan itu bagian dari pembelajaran dan pertumbuhan. Sebagai contoh problem yang terjadi pada anak muda di Jepang, banyak diantara mereka yang mengalami tekanan mental atau mental health  orang Jepang meneyebutnya Hikikomori ini merupakan suatu istilah yang menggambarkan seseorang yang tidak mau bersosialisasi, menarik diri dari lingkungan, dan berdiam diri di rumah bahkan didalam kamar dalam waktu yang lama, itu terjadi hingga berbulan bulan hanya makan dan mengurung diri dalam kamar itu semua terjadi karena mereka tidak siap dengan realitas sosial yang ia alami.

Keadaan ini tidak boleh dianggap sepele karena bisa menyebabkan stres, depresi, bahkan muncul keinginan untuk bunuh diri, hal itu juga menjadi masalah serius bagi pemerintah karena fenomina itu mengancam keberlanjutan sebuah tatanan negara. mengapa demikian, tak lain karena anak muda itu sebagai aset yang cukup berharga. Diusia yang penting perlu bagi mereka melihat suatu hal yang gelap bahkan menakutkan sekalipun lagi-lagi itu sebagai antitesa dari setiap kemungkinan bayangan hidup yang tidak sesuai kenyatanan. Difase ini mayoritas anak muda berada tahap tumbuh dan bertembang, tidak banyak dari mereka berada difase ber-jaya kecuali mereka yang lahir dengan segala keistimewaan, priviilage dan proteksi ekonomi yang kuat dari orang tua, ''yang lahir sebagai perintis bukan pewaris memang harus ada effort lebih untuk menggapai semua itu".

Meminjam sedikit dari teorinya Ibnu Khaldun seorang tokoh sosiolog yang lahir tahun 1332 M mengatakan bahwa, tahap pertumbuhan manusia itu ada enam fase: Lahir, tumbuh, berkembang, jaya, stagnan dan runtuh/mati, enam tahap ini lah yang bisa menggambarkan perjalanan hidup manusia tergantung bagaimana kita bisa melihat, kira-kira ada di fase yang mana perjalanan hidup kita saat ini.

Untuk mencapai di fase ke-empat (jaya) apa saja yang harus menjadi bekal dari perjalanan itu, apakah hanya cukup dengan raga yang membawa ambisi besar pada kemjuan. Sepertinya kita perlu bercermin pada sejarah kejayaan Islam 786-833 M dan dan masa kegelapan Eropa sebelum Renaisans pada abad ke-5. Islam mencapai puncak keemasan pada masa Daulah Abbasiyah saat dipimpin oleh Khalifah Harun Al Rasyid dan Anaknya Al Ma'mun, pada saat itu mereka sangat gencar mendalami ilmu pengatahuan, menerjemahkan berbagai literatur buku barat kedalam bahasa mereka sehingga mempermudah masyarakatnya untuk belajar dan memehami ribuan literatur kelilmuan dari negara yang lain. Tidak dapat dipungkiri kejayaan pada masa itu ditandai dengan lahirnya berbagi cendikiawan muslim dari berbagai bidang ilmu pengatahuan, filsafat, astronomi, matematika, hadis, falak, fikih, kalam (tauhid), dan juga ilmu taswuf ditandai jugu dengan pembangunan Baitul Hikam sebagai tempat diskusi, belajar yang dilengkapi dengan berbagai literatur buku yang lengkap didalamnya. Kekuatan meliter yang terus dilatih dan menjadi tentara prifisional disanalah Islam berjaya mencapai puncak kejayaannya dengan berbagai disiplin keilmuan dan cendikiawan islam.

Beda halnya dengan keadaan Eropa sebeum Renaisans (sebelum masa pecerahan) kala itu kekuatan Eropa didominasi oleh Gereja. Dikutip dari laman Khan Academy, tidak boleh ada fatwa atau pun penemuan keilmuan kecuali dilahirkan dari Gereja, dominasi gereja pada saat itu sangat kuat bahkan yang menentang akan ditangkap dan dijebloskan kedalam penjara. Dikala itu banyak ilmuan yang ditangkap karena penemuannya, tidak boleh ada aktifitas keilman karena hal itu dianggap membahayakan dominasi mereka, dari sinilah Eropa mengalami masa yang disebut dengan masa kegelapan lantaran menutup akses keilmuan yang seharusnya berkembang menjadi suram, dan gelap gulita.

Dari dua sejarah ini kita dapat belajar dan memahami berbagai sudut pandang tetang bagaimana keberlanjutan sebuah "negara atau individu sekalipun", sejarah tidak pernah berdusta degan apa yang ia sampaikan" ia memberi pembelajaran yang cukup berharga bagi kita, perjalanan sesuatu akan suram dan rapuh jika ia tidak punya banyak bekal dalam mengarugi kehidupan. Ini memberikan gambaran yang cukup dalam bagi kita bahwa jika hidup hanya sekedar tentang berjalan dan beraktifitas tapi tidak diwarnai kecakapan ilmu pengatahuan yang mempuni atau pengalaman sesuai konteks zaman hidupnya, ia akan segera runtuh dan menjadi tidak berarti.

Cukup jelas Uuntuk mencapai puncak kejayaan kita tidak boleh lepas dari yang namnya belajar dan pengembangan diri, cakap dengan ilmu pengatahuan, pengalaman hidup dan siap dalam menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi di masa yang akan datang. Semua itu dapat kita pahami bahwa menjadi anak muda tidak boleh berhenti belajar, berinovasi, pengalaman hidup dan jangan takut gagal, karena terkadang kita harus merasakan gagal untuk mengukur sajauh mana kita sudah berjuang mengembangkan diri menjemput sukses, sejauh mana kita sudah berjung dalam meniti karir kehidupan. Maka penting segalanya kita ukur untuk mengetahui seluas apa perjuangan itu mambawa ragamu pada arah yang kau tuju. 

Kita bertanggung jawab atas segala keputusan yang kita ambil, menghadapi kenyataan ini mungkin sulit, tetapi ini adalah bagian penting dari pertumbuhan, merangkul kenyataan membantu kita meghadapi tentangan hidup dengan lebih baik dan mejadi lebih kuat, beranilah menerima kenyataan dan teruslah bergerak maju.

Bermimpilah setinggi mungnkin karena, "kaum muda, yang diperlukan adalah orang-orang yang mampu memimpikan sesuatu yang tak pernah diimpikan siapa pun," John F. Kennedy."Berproseslah dengan baik, karena proses mampu menentukan dan mendiskripsikan setiap individu" Sukses Selalu Terima kasih..

Komentar

Posting Komentar