Langsung ke konten utama

CIPTAKAN PRIBADI YANG BAIK UNTUK MEWUJUDKAN KEPEMIMPINAN

  

Oleh: Khoir

Pendidikan merupakan faktor utama dalam terbentuknya pribadi dan karakter manusia, hal itu sangat berkontribusi besar dalam mencetak baik buruknya pribadi manusia secara normatif. Terciptanya pribadi yang baik juga akan berpengaruh pada pola perilaku dan kehidupan sehari hari, dalam ranah terkecil setiap jiwa memiliki tanggung jawab untuk dirinya sendiri, dari situlah pelan tapi pasti sifat, sikap dan jiwa kepemimpinan akan tumbuh dalam diri.

Kepemimpinan terdapat di mana-mana mulai dari tingkat paling rendah sampai pada tatanan tertinggi, pemimpin sangat berperan dalam menentukan keberhasilan diri terutama dalam suatu organisasi. Penelitian di Universitas Harvard menyebutkan suksesnya suatu lingkungan kerja atau organisasi 85% ditentukan oleh  sikap atasan pemimpinnya. ( D H Palupi ; 2000 : 51).

Ada ungkapan yang populer yaitu leader are born and not made (pemimpin dilahirkan bukan dibentuk/diciptakan) , leader are made and not made (pemimpin dibentuk bukan dilahirkan). Maka bisa diambil kesimpulan bahwa setiap manusia punya peluang untuk menjadi seorang pemimpin, lantas apakah dilahirkan ataupun dibentuk. Jadi yang ideal adalah pemimpin yang dilahirkan dan dibentuk leader are born and made.

PENGERTIAN KEPEMIMPINAN DAN PEMIMPIN

Leadership atau Kepemimpinan berasal dari kata leader yang artinya pemimpin. Kepemimpinan menurut George R Terry aktivitas (proses) untuk mempengaruhi orang-orang agar diarahkan mencapai tujuan organisasi. Pemimpin adalah seseorang yang mempunyai kekuasaan untuk mempengaruhi perilaku orang lain. Pemimpin orangnya, sedangkan kepemimpinan aktivitas (proses) menjalankan kekuasaan dan pengaruh kepada organisasi ataupun orang. Setiap manusia pada hakikatnya adalah pemimpin dan setiap manusia akan diminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya pada masa yang akan datang. Jadi kesimpulan yang dimaksud kepemimpinan adalah ilmu dan cara mempengaruhi orang atau kelompok untuk bertindak seperti yang diharapkan untuk terwujudnya visi misi yang dicita-citakan. 

JENIS-JENIS DAN MODEL  KEPEMIMPINAN

Pemimpin dapat bersifat formal dan dapat pula bersifat non-formal. Seseorang dapat menjadi pemimpin karena memiliki suatu kelebihan ataupun dipercayai oleh orang lain. Esensi kepemimpinan seorang pemimpin ialah ia harus mampu tidak saja hanya sekedar memberi contoh, tetapi yang lebih penting lagi adalah menjadi contoh teladan bagi bawahannya. (Husaini Usman ; 2008 : 276).

Ada empat model kepemimpinan, pemimpin direktif, yaitu pemimpin yang cenderung untuk menentukan langsung apa yang dilakukan oleh bawahan dan apa yang diharapkan oleh pemimpin. Tipe pemimpin seperti ini biasanya langsung memberikan arah dan panduan, serta memberikan jadwal kerja yang spesifik. Pemimpin suportif, yaitu pemimpin yang cenderung bersahabat dan mudah diajak berdialog oleh siapa pun, memberikan perhatian penuh pada kesejahteraan anggota, serta memperlakukannya secara setara. Pemimpin partisipatif, yaitu pemimpin yang cenderung untuk memberikan konsultasi kepada bawahan, memberikan berbagai saran maupun masukan, serta melibatkan anggota dalam pengambilan keputusan. Pemimpin prestatif, yaitu pemimpin yang memiliki visi perubahan dan standar yang tinggi akan produktivitas, memberikan dorongan kepada anggota untuk berprestasi, dan memotivasi kemampuan anggota dalam menunaikan tanggung jawabnya.

KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI

Ada beberapa sikap yang mesti dimiliki seorang pemimpin bila ingin menjadi pemimpin yang dihargai dan mampu membawa organisasi dalam kesuksesan pencapaian tujuan. Berikut beberapa diantaranya:

UNTUK MENCAPAI SUATU TUJUAN YANG DIINGINKAN HARUS MEMILIKI SIKAP BERIKUT KECUALI

Mudah Menyerah. Apa pun tujuan yang besar yang pantas dicapai perlu perjuangan. Para pemimpin yang efektif menyadari bahwa untuk mencapai tujuan, ada saat-saat di mana mereka mengalami kemunduran. Mungkin mereka beristirahat sejenak, merenung, belajar untuk kemudian mereka bangkit lagi mengejar tujuan itu.

Pendekatannya Kurang Fleksibel. Untuk mencapai tujuan ternyata banyak cara dan jalan. Pemimpin yang bersikeras pada kesimpulan bahwa inilah jalan yang terbaik sering kali mereka kecewa. Harusnya mereka bersikap fleksibel. Jika belum berhasil, ubah metode, ubah pendekatan. Evaluasi, apakah pendekatan itu mendekatkan pada pencapaian tujuan atau tidak.

Kurang Konsisten. Untuk mencapai tujuan diperlukan upaya yang telaten. Konsisten dilakukan sehari-hari sedikit demi sedikit untuk mencapai tujuan. Kalau dilakukan terus menerus perlahan tapi pasti tujuan akan tercapai. Pemimpin yang kurang konsisten yang berubah-ubah tujuannya tidak akan menghasilkan hal-hal besar.

Antusias

Pemimpin yang baik juga harus memiliki antusias yang bertujuan memotivasi para pengikutnya. Dalam hal ini seorang pemimpin juga berperan sebagai motivator, sehingga para pengikutnya senantiasa mendapat suntikan semangat untuk bekerja mewujudkan semua rencana yang sudah disusun sebelumnya. Adapun seorang pemimpin yang bersikap antusias dengan pola pikir terbuka lebih disenangi para pengikutnya. Karena greget atau tekad kuat para pengikut untuk berupaya keras mewujudkan tujuan organisasi cukup bergantung dengan keterampilan kepemimpinan dalam organisasi.

Percaya Diri

Seorang pemimpin bisa pula disebut sebagai penentu kunci dari kepemimpinan di dalam suatu organisasi. Tanpa adanya sikap percaya diri, jangan harap ada orang yang berkenan menjadi pengikut. Adapun yang dimaksud dengan pengikut yaitu orang-orang yang ada di bawah otoritas jabatan seorang pemimpin. Sikap percaya diri yang dimiliki seorang pemimpin perlu diaplikasikan dalam setiap tindakan guna mengambil keputusan tepat untuk setiap tindakan yang bernilai efektif. Jadi seorang pemimpin mesti tampil percaya diri saat memimpin dan mengambil keputusan yang tepat untuk mencapai tujuan organisasi yang menjadi wadah kepemimpinan tersebut.

Sikap Tenang

Pemimpin juga menjadi cerminan untuk setiap anggota dalam organisasi. Karena seorang pemimpin mesti mampu bersikap tenang dalam menghadapi segala situasi dan kondisi. Sikap tenang cukup membantu seorang pemimpin terlebih dalam pengambilan keputusan secara bijak dan tepat sehingga alur tetap berjalan sesuai rencana dalam mencapai tujuan.

Dalam situasi krisis khususnya, pantang untuk seorang pemimpin kehilangan ketenangannya. Kemampuan seorang pemimpin untuk menggerakkan juga penting, di mana seorang pemimpin mesti mampu menggerakkan para pengikutnya untuk mencapai tujuan dan tidak menjadi rapuh pada situasi krisis yang terjadi.

Mengetahui Kondisi Anggota

Pemimpin yang baik sudah semestinya mengetahui kondisi anggotanya. Dalam melakukan tugas untuk mencapai tujuan seorang pemimpin tidak harus turun tangan sendiri karena pemimpin tidak berarti berdiri dan bekerja sendiri, melainkan pemimpin membutuhkan komponen kepemimpinan yang mana bisa melalui pemberian tanggung jawab dengan memilih orang-orang yang memang layak dan kompeten untuk mengimplementasikan keputusan pemimpin. Inilah mengapa seorang pemimpin juga harus mengetahui kelebihan dan potensi yang dimiliki anggotanya. Sehingga pekerjaan akan diberikan kepada orang yang tepat dan bisa rampung tepat waktu.

Menghargai Usaha Anggota

Seseorang diangkat sebagai pemimpin karena orang-orang menginginkannya dan membuatnya menjadi pemimpin. Karenanya seorang pemimpin yang baik harus dapat menghargai orang lain. Jelasnya para pengikut memiliki harapan besar kepada pimpinannya. Untuk itu, seorang pemimpin yang adil pastinya memperhatikan apa yang menjadi keinginan para pengikutnya dan bukan sekedar fokus untuk tujuan pribadi. Itulah beberapa sikap yang mesti dimiliki seorang pemimpin alam kepemimpinan dalam organisasi. Adapun satu hal penting yang tidak boleh dilupakan adalah komitmen.

Komitmen pemimpin terhadap pekerjaan serta amanah yang diberikan kepada seorang pemimpin, dengan menyadari apa yang menjadi tanggung jawabnya dan berkomitmen sungguh-sungguh untuk menjalankan amanah tersebut, pastinya pemimpin itu akan menjadi sosok pemimpin yang baik dan disenangi oleh setiap orang dalam organisasi. 

Tetap upayakan yang terbaik demi mewujudkan hal yang lebih baik dan bernilai, karena yang berharga memang banyak, tapi yang bernilai sangatlah sulit untuk digapai namun bukan berati tidak bisa kita raih karena tidak ada satu pun hal yang tidak bisa kita upayakan dan bisa digapai. 

Berproseslah dengan baik karena proses mampu menentukan dan mendeskripsikan setiap individu.

 

 

 


 

 

Komentar