Langsung ke konten utama

MANUSIA DICIPTAKAN SEBAGAI PEMIMPIN

 





Oleh: Khoir

Semesta berupa ciptaan Tuhan yang sangat luas, di dalamnya berbagai pelanit menghiasi terutama matahari yang bersinar terang berfungsi untuk memberi kekuatan di dunia, ada juga bulan yang bersinar terang di malam hari, dan masih banyak lagi bintang-bintang dan planet yang ada di alam ini terutama bumi sebagai tempat tinggal mahluk hidup.

Bumi adalah salah satu planet ciptaan Tuhan yang sangat jauh berbeda  dari planet-planet yang lain, di dalamnya ada beraneka ragam kehidupan mulai dari mahluk terkecil yang tak kasat mata hingga mahluk yang besar, buas, kuat dan menyeramkan dari yang tidak berakal sampai yang mempunyai akal pikiran berupa kita sebagai manusia.

Manusia adalah salah satu ciptaan tuhan yang sangat sempurna. Kenapa seperti itu, karena Tuhan memberikan sesuatu yang tidak diberikan pada mahluk lain selain manusia yaitu akal pikiran, maka dari itu disebut dengan hayawanun Natik (hewan yang berakal). Sehingga manusia dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, selain itu mereka terikat dengan undang-undang atau pun norma yang ada di dalam derah itu sendiri juga diikat dan dibatasi oleh hak orang lain.

Seperti yang tercantum dalam sila ke dua dengan bunyi “kemanusiaan yang adil dan beradab” beradab di sini bisa kita kiaskan dengan keseharian kita yang selalu berekspresi atau bertindak dengan keinginan dan kemauan kita sehingga di situ juga tak lepas dari norma-norma yang ada, sehingga dengan hal itu sikap, perilaku maupun hal-hal yang berkaitan dengan sesama tidak mencedrai asas kemanusiaan. Yang notabenenya manusia tercipta sebagai mahluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan orang lain, saling membutuhkan sama lain.

 Selain itu ada tujuan tertentu Tuhan menciptakan manusia di bumi ini, “ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat sesungguhnya aku hendak menjadikan Khalifah di muka bumi.” Dari kutipan ayat diatas sangatlah jelas bahwa manusia diciptakan ke bumi ini sebagai Kholifah (pengganti) atau penerus di muka bumi ini.

Pada dasarnya manusia tercipta untuk mengelola muka bumi ini, untuk melestarikan segala yang ada sehingga segala yang diciptakan Allah terjaga dengan baik, selain dari pada itu segala yang diciptakan tentunya juga bermanfaat untuk manusia sendiri. Contoh saat manusia merawat lingkungan maka ia akan memberikan dampak yang baik pula pada manusia. Dari itu semua kita sebagai umat islam tentunya dianjurkan untuk saling mencintai hablummninallah cinta kepada Allah, Hablummnannas cinta kepada sesame hablumminal Alam menjaga lingkungan.

Menurut Celvin ia adalah satu generasi lebih muda dari pada Lucer, dia seorang aktivis perombakan di Perancis dan Swes berkata, “Manusia wajib berbakti kepada Tuhan karena tuhan telah mengangkatnya menjadi pengelola bumi ini”celvin mengatakan seperti itu karena iya menyadari bahwa tugas utama manusia adalah untuk mengbdi pada sang penciptanya yaitu tuhan sang maha esa. Maka dari itu menjaga diri, lingkungan sekitar dan menjaga hubungan sesame merupakan representasi dan wujud cinta kepada Tuhannya, karena itu merupakan tujuan dari penciptaannya di muka bumi ini yang notabenenya sebagai pemimpin atau Kholifah Fil Ardi.

           

 

           



[1] Dalam buku TATA, PERUBAHAN, DAN KETIMPANGAN suatu pengantar sejarah sosiologi

 

Komentar